MENGENAL NORMA-NORMA KEHIDUPAN


                Kita sebagai manusia tak hidup sendirian. Sebagai makhluk sosial kita selalu butuh berhubungan dengan orang lain untuk kelangsungan hidup, seperti bermain dengan teman, berhubungan dengan guru, dengan orang tua, dengan pedagang di pasar, dengan pak sopir di lyn bemo, pak tukang parker, pak tukang sampah, bu pijat dan sebagainya. Nah untuk kelancaran hubungan itu kita perlu memahami norma-norma yang berlaku agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan kita maupun orang lain

Macam-macam Norma Dalam Kehidupan

                Norma artinya tata ukuran atau aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan setiap orang yang terlibat di dalamnya bisa terjamin dan terpelihara dengan baik, semua mendapatkan hak sesuai yang seharusnya didapatkannya yang bermuara pada rasa aman, tentram, damai tanpa gangguan dan tekanan.

                Menurut isinya norma itu terdiri dari perintah dan larangan. Perintah  adalah kewajiban bagi setiap orang yang berada di dalamnya untuk berbuat sesuatu karena akibatnya- akibatnya dipandang membawa kebaikan bagi semuanya. Sedangkan larangan adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang yang berada di dalam lingkungan masyarakat  setempat untuk tidak melanggar sesuatu yang jika dilanggar akan berakibat tidak baik/tidak menguntungkan bagi semuanya.

                Dalam kehidupan kita mengenal beberapa macam norma . Setidakny7a ada empat macam norma dalam kehidupan kita antara lain :

  1. Norma Agama

Yakni seperangkat aturan/ tatanan hidup yang wajib diterima oleh orang yang memeluk agama teretentu  yang didalamnya ada seperangkat perintah dan larangan yang kem udian menjadi sumber ajaran agama itu dan mengikat para pemeluknya. Perintah dan larangan itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang diturunkan kepada utusannya bisanya diwujudkan dalam bentuk wahyu dan kemudian dikumpulkan dalam  kitab suci. Seperti untuk agama Islam  kitab sucinya Al-Qur’an.

Perintah dan larangan itu mengandung konsekwensi / tanggung jawab moral  bagi pemeluknya. Perintah yang dilaksanakan oleh pemeluk agama itu akan mendapat pahala, sementara jika diabaikan akan berdosa. Demikian  juga sebaliknya jika larangan itu diterjang atau dilanggar akan mendapat dosa namun jika dihindari akan  mendapat pahala. Dan balasannya bukan hanya di dunia namun juga di akherat nanti yakni jika dalam hidupnya di dunia taat pada perintaNYA dan selalu menjauhi laranganNYA maka disediakan sorga baginya. Demikian juga  jika sebaliknya akan mendapat neraka .

                                Beberapa contoh norma agama misalnya :

  • “Seseorang tak boleh mencuri”
  • “Orang Islam wajib sholat lima waktu”
  • “Anak wajib berbakti kepada orang tua”
  • “ Menuntut ilmu itu wajib bagi laki-laki dan perempuan”
  • “ Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam  hal kejahatan, dosa dan permusuhan” “Berdagang itu khalal , riba itu haram” Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”

2. Norma Hukum

Yakni seperangkat aturan / tatanan hidup yang timbul dan dibuat oleh

lembaga kekuasaan negara, dimana isinya mengikat setiap orang dalam negara itu. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan tetap mempertahankannya lewat praktek paksaan oleh alat-alat negara. Norma hukum ini bersumber dari peraturan perundang-

Undangan, yurisprodensi, agama, doktrin dan  kebiasaan.

      Dibandingkan dengan norma lainnya norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman, Sanksi dan penataan terhadap pelanggaran peraturan –peraturan hukum itu bisa bersifat memaksa, dipaksakan oleh kekuatan dari luar yakni kekuasaan negara bersangkutan.

Biasanya hokum dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis , atau disebut dengan perundang-undangan. Perundang-undangan ada yang bersifat nasional ada yang daerah, semuanya dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnya.

                Beberapa contoh norma hukum misalnya :

  1. “Barang siapa membuang sampah dengan sengaja di tempat umum didenda Rp. 50.000 atau hukuman sekurang-kurangnya satu tahun”
    1. “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa/ jiwa orang lain , dihukum karena membunuh dengan hukuman setin ggi-tingginya 15 tahun
    1. “ Dilarang membunyikan petasan,  jika dilanggar didenda Rp. 100.000

atau hukuman kurungan dua tahun penjara”

  • “ Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan suatu Ciptaan atau memberikan izin untuk itu, dipidana dengan hukuman penjara paling sedikit 1(satu) bulan  dan atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000(satu juta rupiah) atau pidana paling lama 7(tujuh)tahun dan atau denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00(lima miliar rupiah).”

3. Norma Kesopanan:

 Yakni seperangkat aturan / tatanan hidup yang timbul dan dibuat oleh masyarakat setempat untuk mengatur pergaulan antar anggota mereka dengan tujuan satiap anggota masyarakat saling menghormati satu dengan lainnya semuanya mendapatkan hak sesuai dengan yang harus didapatkan.

Jika norma kesopanan dijalankan maka kita akan dikenal sebagai orang yang sopan dan bisa diterima di masyarakat itu. Demikian juga sebaliknya jika ternyata kita melanggar norma kesopanan kita  akan dicela (dipaido:jw), digunjingkan, dan semacamnya.

Norma kesopanan itu berbicara soal patut atau tidak, pantas atau tidak, biasa berlaku di masyarakat setempat atau tidak .

Norma ini juga bersifat kedaerahan, tidak mendunia, satu daerah dengan daerah lainnya berbeda. Sesuatu yang di daerah lain dianggap kurang sopan , mungkin di tempat lain dianggap sangat sopan . Contoh norma kesopanan yang bersifat kedaerahan ini misalnya:

Di daerah Nganjuk, Madiun sampai ke Jogja anak yang mengatakan : “ Mangga menawi Bapak Sare kula adus rumiyin”( Silakan Bapak tidur saya tak mandi dulu). Ini sangat sopan

Namun ternyata di Surabaya dan sekitarnya ternyata bahasa itu menjadi:

” Mangga  menawi Bapak tilem kula siram rumiyin”  ini yang sopan. Jadi terbalik.

Demikianlah masih banyak lagi contoh daerah satu dengan lainnya yang berbeda. Di Kalimantan itu kalau ada tamu disuguhi kepala ikan sebagai bentuk penghormatan,  itu sopan sekali, tetapi kalau di Jawa menyuguhi kepala ikan dianggap tidak sopan. Di Jepang orang member pengormatan dengan membungkuk itu sopan.

Jadi kita memang harus belajar tentang norma kesopanan ini. Walaupun bersifat kedaerahan namun kesopanan secara umum juga bisa kita lihat antara lain contohnya :

  1. “Memberi dengan tangan kanan ini lebih sopan dibandingkan dengan tangan kiri”
  2. “ Orang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.”
  3. “ Bersikap ramahlah ketika bertemu dengan orang lain”
  4. “ Jangan memotong pembicaraan orang”
  5. “ Tidak makan  sambil berbicara”
  6. Dsb

4. Norma Kesusilaan :

Yakni seperasngkat peraturan hidup bermasyarakat yang berasal dari suara hati nurani manusia. Jika kita bisa menerapkan norma kesusilaan dalam kehidupan kita akan nyaman berada di tengah masyarakat itu. Namun jika sebaliknya, kita gagal menerapklannya maka akan berakibat penyesalan yang mendalam . Norma kesusilaan ini bersifat universal, bisa diterima oleh seluruh umat manusia di dunia.

Beberapa contoh norma Kesuliaan anatara lain misalnya :

  1. “ Kita tidak boleh membohongi orang lain “
  2. “ Kita harus menolong orang yang kesusahan”
  3. “ Jangan sombong kepada orang tua”
  4. “ Berlaku jujurt itu mulia”
  5. “ Tepatilan janjimu, Jangan berkhianat”

Nah itulah empat norma yang ada dalam kehidupan , semuanya harus kita fahami agar kita bisa mencapai kehidupan yang sukses , selaras, serasi dan seimbang, akhirnya akan menjadi masnusia yang bermartabat dan mulia dunia maupun akherat.

MENJADI PRIBADI YANG LEBIH MANDIRI


Pribadi mandiri menjadi keinginan banyak orang karena setiap individu memiliki peran, hak dan tanggung jawab dalam kehidupannya sehingga kemandirian dalam menjalani hidup menjadi sangat penting.

Pribadi mandiri adalah pribadi yang mampu merencanakan, berperan, bertanggungjawab atas segala keputusan yang diambil dalam kehidupan. Tuntutan menjadi pribadi mandiri adalah tuntutan alamiah kehidupan namun tidak semua orang mampu menjalani hidup ini dengan kemandirian. Pribadi yang mandiri memiliki

  1. Visi

Visi adalah cara pandang yang menjadi sumber arah dan gerak kedepan yang akan dilakukan Visi merupakan gambaran utuh atas masadepan yang diinginkan.

Misal : Teknokrat yang unggul dan berahlaq mulia

2. Misi

Misi adalah sikap /tindakan untuk mewujudkan visi dalam bentuk kegiatan yang nyata

Kegiatan-kegiatan nyata yang dapat mewujudkan cara pandang yang dianut/diinginkan

Misal : Selalu bersemangat belajar terhadap teknologi, menumbuhkan sikap /perilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari.

3. Target

Target adalah hasil yang harus dicapai dari setiap kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan cara pandang yang diinginkan.

Misal : Selama 6 bulan mampu menguasai teknologi perakitan komputer.

Untuk mewujudkan dan mempertanggungjawabkan semua keputusan, kita batasi oleh waktu selama 24 jam sehari . Kenapa dengan waktu yang sama ada orang yang sukses dan ada juga yang tidak, ini tentunya akan tergantung bagaimana setiap individu mengelola waktu untuk melaksanakan misi yang sudah disusun untuk mencapai target yang diinginkan. Pengelolaan waktu yang tepat dan efisien menjadi jaminan keberhasilan kemandirian dalam kehidupan manusia, maka disiplin selalu menjadi jargon awal dari semua kegiatan manusia untuk dapat mencapai hasil yang lebih optimal. Mandiri adalah sikap untuk melakukan perbuatan yang dapat dipertanggungjawabkan . macam-macam kemandirian adalah :

  1. Emosional

Orang yang mampu mengendalikan emosinya dalam berbagai kondisi yang terjadi

2. Sosial

Kemampuan menyesuaikan diri dalam berbagai lingkungan tempat bergaul / memiliki hubungan interpersonal yang baik.

3. Intelektual

Orang yang mampu bepikir dan bertindak secara bijak yang didasari norma-norma yang berlaku.

4. Ekonomi

Mampu memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam kehidupan.

Berikut beberapa karakteristik pribadi mandiri, diantaranya ;

  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani, mau belajar, dan mau berlatih berdasarkan pengalaman hidupnya. Ia mau berlatih, mencoba dan merasakan sendiri hal-hal tertentu yang memang sudah seharusnya dilakukan.
  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang menetapkan gambaran hidup yang ia inginkan. Gambaran hidup ini menjadi tujuan yang hendak dicapai dalam hidupnya.
  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengarahkan kegiatan hidupnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia memiliki langkah-langkah, kegiatan atau tingkah laku yang efektif untuk mencapai gambaran kehidupan yang diidealkan.
  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani menyusun langkah kegiatannya melalui tahapan yang realistis, berproses dan membutuhkan waktu.
  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengatur dan mengelola waktu dan kesempatan dalam banyak hal, misalnya menyisihkan waktu untuk : berpikir, belajar, membaca, berdiam, mencintai, berdoa
  • Pribadi madiri adalah pribadi yang berani menata dan menjaga diri. Ia terus berlatih untuk menjadi orang yang berkepribadian terpuji.
  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Ia melakukannya dengan berdasarkan data/informasi yang memadai, mempelajari secara mendalam sebab akibatnya, memperhitungkan segala kemungkinan, menemukan solusi, menganalisa dampak dari solusi dan akhirnya ia mengambil keputusan dan menjalankannya dengan sadar dan tanggung jawab.
  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengembangkan rasa percaya diri, mantap, tegas dan bijak.
  • Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani mengurangi ketergantungan-ketergantungan hidupnya dari orang lain untuk lebih banyak bersandar pada kekuatan sendiri.

Sifat yang Mencerminkan Kemadirian

  1. Bertanggung jawab

Tampil mandiri berarti memiliki sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya. Berani berbuat berarti berani bertanggung jawab, dan wujud tanggung jawab adalah sesuatu yang bisa diterima dengan baik oleh banyak orang.

2. Mampu mengatasi kesulitan 

Pribadi yang mampu mengatasi kesulitannya sendiri, mampu menyelesaikan masalahnya sendiri .  Meskipun pada awalnya terasa sulit tapi dapat mencari jalan keluar atau solusi dari permasalahan yang dihadapi.

3. Mengenal kemampuan diri sendiri

Menyadari sepenuhnya akan kemampuan yang dimiliki. Pada dasarnya manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Pribadi mandiri yang mengenal dirinya, pasti tahu persis untuk memaksimalkan kelebihannya dan meminimalisir kekurangannya.

4. Senantiasa berpikir positif

Berpikir positif terwujud dalam tindakan positif yang dilakukan pribadi mandiri. Dapat mengambil keputusan yang positif dan bersikap bijaksana.

5. Berwawasan global 

Pribadi mandiri memiliki wawasan global dan tidak berpikiran sempit yang mengarah pada ketergantungan terhadap orang lain karena kurang percaya diri.

Manfaat Menjadi Pribadi yang Mandiri

  1. Akan mempunyai prinsip yang tegas dalam kehidupannya. Jika seseorang telah mandiri, ia akan membuat komitmen pada prinsip kehidupannya, dan komitmen itu dijalankannya dengan tegas.
  2. Akan bisa menghandle semua masalah dengan cekatan dan tepat sasaran. Dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dengan solusi yang baik, bahkan dapat menyelesaikan persoalan/masalah orang lain dengan tepat.
  3. Akan dipercayai oleh orang lain ketika diminta untuk melakukan sesuatu. Orang yang mandiri akan selalu dipercaya, karena orang lain tahu ia mempunyai kemampuan dan kemauan untuk bertindak sebaik mungkin.
  4. Akan Bisa bertahan dengan segala kondisi dengan pemikiran yang dewasa. Orang yang sudah mandiri tidak akan mudah mengeluh pada segala kondisi, karena ia tahu bahwa semua persoalan pasti bisa diselesaikannya dengan baik.
  5. Akan memiliki kewibawaan sehingga dicintai orang lain. Kewibawaan orang yang mandiri akan berada diatas kewibawaan orang biasa, karena ia mempunyai kemampuan lebih, sehingga dipandang dan dihargai.